Membangun Jakarta dengan Transportasi yang Nyaman dan Manusiawi

 

Nufransa Wira Sakti

Graduate School of Modern Society and Culture, Niigata University

E-mail: frans1108@yahoo.com

 


Jakarta, dengan penduduknya yang sangat padat mempunyai permasalahan yang cukup berat berkaitan dengan transportasi. Kemacetan di Jakarta bukan hanya terjadi di jalan-jalan utama tapi juga sudah sampai ke jalan-jalan kecil serta jalan di kawasan perumahan. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tidak diikuti dengan penambahan jumlah jalan dan perbaikan kualitas jalan yang memadai. Jumlah kendaraan bermotor didominasi oleh kendaraan bermotor roda dua. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, kelompok pengendara kendaraan bermotor roda dua adalah penyebab utama kemacetan, pemicu kecelakaan lalu lintas serta pelanggar rambu lalu lintas terbanyak. Perilaku ini diikuti oleh angkutan umum mikrolet, metromini, hingga bus umum dan besar. Ketidaknyamanan dalam menggunakan jasa angkutan umum dengan sendirinya juga menyebabkan meningkatnya pemakaian kendaraan pribadi yang pada akhirnya menambah parah kemacetan. Padatnya kendaraan bermotor di Jakarta juga menyebabkan polusi udara yang berdampak buruk pada kesehatan warga Jakarta.

 

Terobosan yang dilakukan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dengan memperkenalkan sistem transportasi busway dalam upaya mengatasi kemacetan dianggap cukup tepat. Walaupun banyak mengundang kontra pada awal pengembangannya, busway yang menawarkan kenyamanan dengan fasilitas AC serta dapat mempersingkat waktu tempuh, mendapat sambutan yang hangat dari warga Jakarta. Busway juga dianggap lebih gmanusiawih bila dibandingkan dengan sarana angkutan umum lainnya.

 

Dalam jangka pendek, tingkat efektivitas pemanfaatan busway diikuti dengan pemadatan pemukiman penduduk di pusat kota (pemusatan pemukiman penduduk) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Sepanjang koridor, terminal atau halte busway dapat dibangun tempat tinggal / rumah susun dan didukung oleh fasilitas umum seperti bank, kantor pos, rumah sakit dan lain-lain. Di Jepang, pemadatan kota ini sudah berjalan lama seiring dengan pembangunan sarana tranportasi kereta api di dalam kota. Di sekitar stasiun kereta api di Jepang, dapat dengan mudah dijumpai sarana tempat tinggal / apartemen, pertokoan dan faslitas umum lainnya.

 

Teknologi informasi juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kemacetan. Sistem navigasi pada kendaraan bermotor dapat memberikan informasi yang akurat tentang kondisi jalan agar mempercepat mencapaian tujuan perjalanan. Selain itu, tingkat perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan canggih menjadikan berbagai aktifitas dapat dilakukan secara online. Kegiatan belajar mengajar, bekerja, belanja maupun aktifitas lainnya yang dapat dilakukan secara online menjadi alternatif bagi masyarakat sehingga tidak perlu melakukan suatu perjalanan.

 

Terlepas dari keberhasilan pengadaan busway dalam mengatasi kemacetan, alat transpotasi ini tidak bisa sepenuhnya diandalkan untuk mengatasi kemacetan secara keseluruhan. Busway belum berhasil mengalihkan masyarakat kelas menengah ke atas untuk mengendarai kendaraan umum. Masyarakat kelas menengah ke atas inilah yang sebagian besar mempunyai kendaraan pribadi, bahkan memiliki lebih dari satu kendaraan pribadi, yang menambah hiruk pikuknya berkendaraan di Jakarta. Masih diperlukan moda transportasi alternatif selain busway  yang nyaman, aman dan berkelas sehingga dapat mengalihkan sebagian besar pengguna kendaraan pribadi untuk menggunakan kendaraan umum.

 

Di kota-kota besar di Jepang, para pemilik kendaraan pribadi dikenal dengan istilah hweek end driverh.  Mereka hanya menggunakan kendaraan pribadi pada saat menghabiskan akhir pekan  ke tempat-tempat tertentu yang lebih nyaman dicapai dengan kendaraan pribadi. Untuk bepergian ke tempat kerja, kebanyakan orang menggunakan kendaraan umum seperti kereta, kereta bawah tanah dan bis kota. Mulai dari buruh harian sampai pegawai tinggi pemerintahan lebih menyukai berkendaraan umum yang nyaman dan bebas dari kemacetan. Di samping itu, dengan kendaraan umum, waktu perjalanan dapat diperhitungkan dengan tepat serta selama perjalanan mereka dapat menghabiskan waktu dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti membaca atau berisitrahat.

 

Model transportasi seperti kereta bawah tanah dan monorail dapat menjadi alternatif bagi pemerintah daerah Jakarta dalam mengalihkan para pengendara kendaraan pribadi agar mau mengendarai kendaraan umum. Tentunya alternatif ini harus dipikirkan secara matang sehingga target pemakai alat transportasi alternatif ini benar-benar tepat sasaran dan dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Tingkat kenyamanan, kebersihan, keamanan dan ketepatan waktu yang tinggi, dapat menjadi daya jual bagi masyarakat segala lapisan.

 

Selain alternatif di atas, sepeda juga bisa menjadi pilihan alat trasportasi untuk pergi bekerja. Pada saat ini, sudah banyak komunitas hbike to workh di Jakarta yang merupakan kumpulan  para karyawan yang menggunakan sepeda menuju tempat kerjanya. Tentunya komunitas ini perlu mendapat perhatian agar dapat terus dikembangkan jumlahnya. Dengan bersepeda, tidak hanya dapat mengurangi tingkat polusi tapi juga dapat mengurangi tingkat kemacetan. Pemerintah daerah dapat menunjang komunitas ini dengan membuat jalur sepeda yang aman dan nyaman bagi pengendara sepeda. Pada tempat-tempat tertentu juga dapat disediakan tempat beristirahat bagi parta pengendara sepeda ini. Yang masih sangat jarang adalah tersedianya tempat parkir bagi para pengendara sepeda.  

 

Dalam jangka panjang, perencanaan tata kota yang matang, berkesinambungan dan terpadu serta edukasi kepada masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengurangi kemacetan di ibukota. Sudah sangat sering kita menyaksikan perbaikan dan pembangunan jaringan baru di jalan umum oleh instansi yang berbeda seperti PAM atau PLN dalam jangka waktu yang berdekatan, sehingga menjadi penyebab kemacetan. Contoh paling parah adalah kemacetan luar biasa yang disebabkan oleh ekspansi pembangunan koridor busway serta banjir yang disebabkan oleh perencanaan tata kota yang tidak berjalan dengan baik. Edukasi kepada masyarakat usia muda juga tidak kalah pentingnya dalam membangun masyarakat yang sadar atas pentingnya fasilitas umum disertai dengan disiplin yang tinggi. Yang paling penting untuk ditanamkan kepada generasi masa depan adalah sosialisasi tentang kotanya secara umum dan secara khusus tentang pentingnya sarana umum termasuk sarana transportasi melalui praktik secara langsung.